Tanamkan Sikap Berbagi, SWA Gelar Baksos selama Ramadan

Minggu, 03 Juni 2018 – 06:58 WIB

Tanamkan Sikap Berbagi, SWA Gelar Baksos selama Ramadan

Sinarmas World Academy menggelar bakti sosial. Foto: Istimewa


jpnn.com, TANGSEL - Dalam rangka menanamkan sikap berbagai di kalangan siswa, Sinarmas World Academy (SWA) menggelar bakti sosial di sejumlah sekolah, wilayah Tangerang Selatan. Dengan kegiatan ini juga diharapkan para siswa SWA belajar tentang keistimewaan bulan Ramadan.

"Ada sekitar 9 ribu buku tulis merek Sinar Dunia kami bagikan ke 9 sekolah dasar (SD) negeri di lingkungan terdekat SWA," kata Corporate Communication SWA, Sofia Tanuwaty di Tangerang Selatan, Sabtu (2/6).

Dijelaskan, SWA juga memberi donasi 480 Alquran ke-5 masjid di lingkungan sekitar sekolah. Donasi diserahkan secara simbolik oleh perwakilan orang tua siswa SWA, Ivi Sawai. "Semoga donasi ini bisa memberi manfaat bagi warga," ujarnya.

Sofia menjelaskan, bakti sosial selama Ramadan merupakan program rutin yang digelar SWA setiap tahunnya. Lewat kegiatan tersebut siswa diperkenalkan dengan makna berbagi kepada sesama.

"Sebelum kegiatan, siswa diminta untuk mengumpulkan makanan, uang atau pakaian masih layak pakai untuk disumbangkan. Sumbangan tersebut kemudian disalurkan pihak ke yang membutuhkan," katanya.

Namun, lanjut Sofia, diupayakan sumbangan tersebut dibagikan ke sekolah atau panti asuhan seputar sekolah. Dengan demikian, masyarakat sekitar sekolah merasakan manfaat atas keberadaan SWA. "Selain sekolah dan masjid, bantuan juga disalurkan ke Yayasan Panti Asuhan Yatim & Dhu’afa, Maktabul Aitam dan Madrasah Ibtidaiyah (Mia) Tarbiyatul Islamiyah di Serpong," tuturnya.

Menurut Sofia, kegiatan berbagi sebenarnya bukan hal baru bagi siswa SWA. Karena SWA memiliki program rutin yang dilakukan siswa sekolah menengah atas (SMA) SWA berupa kelas bahasa Inggris gratis di sejumlah sekolah di lingkungan sekitar SWA.

"Peserta kelas bahasa Inggris ini selalu penuh. Karena cara mengajar siswa sangat menyenangkan. Kelas ini digelar setiap Kamis dan Jumat. Ini merupakan bentuk sumbangan non-materi yang dilakukan siswa sejak 3 tahun terakhir," ujarnya.

Seperti dikemukakan Farha, salah satu siswa pengajar kelas Inggris. Ia mendaftar dalam program, karena ingin berbagi ilmu. Bahkan setelah kelas Inggris usai, para siswa tak keberatan dilatih bermain basket. "Saya suka sekali mengajar di MI Tarbiyatul Islamiah, karena peserta rajin dan antusias dalam mengikuti kelas," pungkas Farha. (esy/jpnn)


Berita Terkait: