Sambut Ramadan, Dua Musala di Bekas Lokalisasi Direnovasi

Rabu, 16 Mei 2018 – 15:11 WIB

Sambut Ramadan, Dua Musala di Bekas Lokalisasi Direnovasi

Penyerahan dana sumbangan untuk renovasi musala di Gang Dolly, Surabaya. Foto: Humas BAZNAS


jpnn.com, JAKARTA - Menyambut bulan suci Ramadan, dua musala di bekas lokalisasai mendapat bantuan renovasi dan pengadaan beberapa barang penunjang.

Renovasi dua musala itu agar masyakarat sekitar semakin nyaman dalam beribadah, terutama saat Ramadan.

“Alhamdulillah, renovasi sudah selesai dan mushala semakin indah dan nyaman digunakan untuk beribadah. Masyarakat semakin bersemangat menyambut Bulan Suci Ramadan, karena musala yang kami bantu renovasinya bersama AIA, sudah bisa digunakan untuk salat tarawih,” ujar Kepala Bagian CSR dan Zakat Perusahaan BAZNAS, Iman Damara, saat meresmikan renovasi Musala Baitul Mukmin, Surabaya, Jawa Timur.

Untuk menyemarakkan acara ini, Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sidoarjo, juga menggelar bakti sosial dan pengobatan gratis untuk masyarakat.

Iman menjelaskan, BAZNAS dan AIA bekerja sama dalam program renovasi tempat ibadah di tiga kota, yaitu musala Nurul Qomar di Jakarta, musala Baitul Mukmin di Surabaya dan musala Al-Akbar di Medan, Sumatera Utara.

“Tujuannya adalah meningkatkan fungsi musala sebagai tempat ibadah, sehingga kesadaran spiritual publik semakin meningkat,” ujar Iman.

Mereka membantu renovasi seperti perbaikan kamar mandi, plafon, dinding, lantai, kusen tempat wudhu, tempat parkir, jendela, pintu, teras, pengecatan dan sebagainya.

Kemudian, pengadaan pengeras suara, kipas angin, kubah, Al-Quran, alat-alat shalat, papan informasi, karpet dan lain-lain. Pemilihan lokasi dua mushala yang mendapatkan bantuan renovasi berada di kawasan eks lokalisasi, yaitu di Kalijodo, Jakarta Barat, dan belakang Gang Dolly, Surabaya. Area ini dipilih mengingat keduanya merupakan target dakwah BAZNAS.

Koordinator renovasi musala Baitul Mukmin, Surabaya, H. Ari Fanani mengapresiasi bantuan yang diberikan BAZNAS dan AIA .

Apalagi selama ini, Gang Dolly mendapat citra negatif. Namun, kini citra negatif itu telah memudar.

“Salah satu yang menjadi faktor penyebabnya adalah eksistensi tempat ibadah kini menjadi lebih indah dan nyaman setelah direnovasi, sehingga makin banyak jamaah yang berbondong-bondong untuk beribadah,” ucap dia.

Ari yang alumni Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur ini berharap masyarakat dapat memperkuat nilai spiritualitasnya dengan beribadah di musala tersebut.

“Kami yakin, ini akan mendorong peningkatan ketakwaan masyarakat dan rasa syukur yang lebih besar kepada Allah SWT, karena umat memiliki lembaga hebat seperti BAZNAS yang bisa menjadi solusi masalah-masalah yang dihadapi,” kata dia.

Sementara itu, secara terpisah, koordinator renovasi Mushala Al-Akbar, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indra, juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS.

“Respons masyarakat tentu sangat positif dan mereka mendoakan agar semakin banyak muzaki yang menunaikan kewajiban rukun Islam ketiga ke BAZNAS,” ujar dia.

Hal sama dikemukakan Bendahara Pengurus musala Nurul Qomar, Kalijodo, Jakarta, Suryana.

“Dulu daerah kami selalu dicap sebagai kawasan hitam. Alhamdulillah, sekarang citranya mulai berubah, apalagi BAZNAS datang memberikan bantuan renovasi untuk mushala kami. Ini semakin memacu dan memicu semangat umat Islam di Kalijodo untuk rajin shalat berjamaah dan mengikuti pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya di mushala kami,” ucap dia. 


Berita Terkait: