Ramadan Berdaya Sukses, Rumah Zakat Fokus ke Superqurban

Kamis, 28 Juni 2018 – 13:58 WIB

Ramadan Berdaya Sukses, Rumah Zakat Fokus ke Superqurban

Rumah Zakat. Foto ilustrasi: istimewa for JPNN


jpnn.com, JAKARTA - Distribusi program Ramadan Berdaya Rumah Zakat tahun 2018 telah mengalir ke 1.183 Desa Berdaya di wilayah Indonesia.

"Penyaluran Ramadan Berdaya Rumah Zakat telah memberikan kebahagiaan untuk 168.252 penerima manfaat di 1.183 Desa Berdaya dari Aceh hingga Papua," jelas Murni Alit Baginda Chief Program Officer Rumah Zakat.

"Dari total penerima manfaat tersebut diantaranya 138.113 Penerima Manfaat Berbagi Buka Puasa, 5.932 Penerima Manfaat Bingkisan Lebaran Keluarga, 1.041 Penerima Manfaat Janda Berdaya, 8.850 Penerima Manfaat Syiar Quran, 14.239 penerima manfaat Kado Lebaran Yatim dan 77 penerima manfaat Ramadan Bebas Utang," tambah Murni.

Setelah Ramadan Berdaya, Rumah Zakat langsung menyiapkan program Superqurban untuk Idul Adha. Tujuan spesifiknya adalah optimalisasi daging qurban yang diolah menjadi cadangan pangan dari protein hewani bagi masyarakat Desa Berdaya di 34 provinsi.

“Momen Idul Adha dapat menjadi saat yang tepat bagi umat muslim untuk menyediakan sumber protein hewani, sehingga dapat dimanfaatkan lebih lama dan berkelanjutan,” kata Irvan Nugraha, Direktur Marketing Rumah Zakat.

Seperti diketahui, Superqurban adalah inovasi distribusi hewan qurban Rumah Zakat dalam bentuk daging di dalam kaleng yang tahan lama sehingga pemanfaatannya menjangkau lokasi di dalam dan luar negeri, daerah bencana dan konflik.

Energi Berkelanjutan adalah sebuah upaya penyediaan energi untuk pemenuhan kebutuhan saat ini dengan memperhatikan kebutuhan di masa mendatang. Momen Idul Adha dapat menjadi saat yang tepat bagi umat muslim untuk menyediakan sumber protein hewani, sehingga dapat dimanfaatkan lebih lama dan berkelanjutan.

Melalui Superqurban, masyarakat dapat berpartisipasi dalam program penyediaan Energi Berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia. Qurban Anda akan disalurkan kepada masyarakat Desa Berdaya yang ada di 34 provinsi di Indonesia, sebagai persediaan pangan sumber protein hewani bagi masyarakat desa. Dengan gizi yang seimbang, masyarakat desa akan memiliki energi untuk lebih produktif, maju, dan berdaya.(dkk/jpnn)


Berita Terkait: