Presiden: Alquran Adalah Hidayah

Selasa, 05 Juni 2018 – 05:26 WIB

Presiden: Alquran Adalah Hidayah

Presiden Joko Widodo. Foto: Setpres.


jpnn.com, JAKARTA - Meskipun kehidupan manusia saat ini sudah memasuki era digitalisasi, Alquran tetap sangat relevan menjadi ajaran dan sumber moral dan inspirasi.

"Alquran adalah hidayah dalam mengarungi gelombang digital. Sehingga kita bisa terselamatkan, bisa tetap produktif, bisa tetap kompetitif, dan bisa tetap berprestasi," ucap Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Demikian disampaikan Presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi dalam sambutannya pada acara peringatan Nuzulul Quran tahun 1439 H/2018 M tingkat nasional di Istana Negara, Senin (4/6).

Acara tersebut dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan pembacaan ayat suci Alquran, surah Al Baqarah ayat 185 dan surat An Nahl ayat 90 oleh juara II MTQ Internasional di Iran tahun 2017, Zulaihah.

Sebagai bangsa, lanjut presiden, rakyat Indonesia harus menjadi Khoiru Ummah, umat yang terbaik dan besar, kompetitif, berkemajuan, berkeadaban, dan disegani oleh bangsa-bangsa lain.

"Dengan hidayah dari Alquran dan penguasaan teknologi digital, insyaallah bangsa Indonesia akan mendapatkan kemuliaan, mendapatkan karomah dari Allah SWT dan ditinggikan derajatnya," ucap mantan wali kota Surakarta itu.

Jokowi menyampaikan bahwa sejak turunnya pertama kali, Alquran sudah menjadi sumber inpirasi dan pedoman mulia dalam membawa kemajuan kehidupan manusia di muka bumi. Di kalangan ulama dan para akademisi, Alquran telah menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu dia mengajak agar kita bisa membawa bangsa Indonesia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Dengan bersumber pada Alquran, marilah kita membangun kemaslahatan, membangun kedamaian, membangun kemajuan dan harmoni di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

Pada acara itu presiden didampingi Ibu Negara Iriana, Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Ada juga sejumlah menteri Kabinet Kerja, serta para duta besar negara sahabat, anak-anak yatim, dan perwakilan masyarakat.(fat/jpnn)


Berita Terkait: