Mereka Saling Cinta, Berdua Saja

Kamis, 18 Oktober 2018 – 08:02 WIB

Mereka Saling Cinta, Berdua Saja

Harly Yoga Pradana dan istrinya, Dhara Lastarya, saat manggung di Bentara Budaya Yogyakarta Senin (8/10) malam. Foto: DWI AGUS/RADAR JOGJA


jpnn.com - Saling mencinta dan memiliki hobi sama. Itulah Harly Yoga Pradana dan Dhara Lastarya. Usai menikah keduanya sepakat membentuk grup musik: Berdua Saja. Selain berkarya, inilah wujud kisah perjalanan cinta dua sejoli ini.

DWI AGUS, Jogja

Senin (8/10) malam lalu halaman Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) jadi ajang kumpul anak-anak muda. Hari itu ada kegiatan seni. Bukan sekadar pentas seni biasa. Bertajuk “Jazz Mben Senen.”. Malam itu menghadirkan dua sejoli dengan karya musik orisinil mereka.

Harly Yoga Pradana dan Dhara Lastarya. Suami istri yang belum lama menikah. Pada 17 Agustus lalu. Keduanya sama-sama hobi bermusik. “Berdua Saja terbentuk sehari setelah hari pernikahan kami,” ungkap Yoga saat berbincang dengan Radar Jogja (Jawa Pos).

Berdua Saja identik dengan mereka. Hanya Yoga dan Dhara sebagai personel utama. Meski tetap dibantu musisi pendukung lain.

Malam itu serasa seperti resepsi ketiga pernikahan mereka. Resepsi pertama berlangsung di kediaman Dhara di Kemusuh, Banyurejo, Tempel, Sleman. Dilanjutkan ngunduh mantu di kampung halaman Yoga, Kedung Wringin, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

Seluruh sahabat dan saudara berkumpul dalam remang-remangnya lampu hias. Mereka tak hanya menonton. Tapi ikut bersorak-sorai. Setiap kali Yoga dan Dhara mengawali tembang mereka. Tampak pula orang tua kedua pasangan itu di barisan para penonton.

Semuanya terangkum dalam album “Janji Merpati.” Untaian lirik cantik dipadu alunan irama musik yang indah. Album perdana ini berisikan sembilan karya musik ciptaan mereka berdua. Sesuai judul album, single Janji Merpati menjadi kekuatan utama album ini.

“Kenapa janji merpati, karena spesies yang sangat setia pada pasangannya,” ungkapnya.

Yoga berharap album itu bisa selalu menjadi pengingat ikrar janji sucinya dengan Dhara.

Album itu tak hanya mengisahkan percintaan dua sejoli. Seperti lagu Sahabat Yang Selalu Ada. Menceritakan persahabatan. Tentang peran para sahabat dalam keseharian dan mendukung satu sama lainnya.

“Para sahabat ini juga mengisi cerita perjalanan kami. Saat kami jatuh atau senang mereka selalu ada. Bahkan mendukung penuh dalam pembuatan album ini,” ujarnya.

Para sahabat Yoga dan Dhara turut terlibat dalam mini konser Senin malam itu. Saat Dhara melantunkan suara indahnya. Yoga memetik dawai gitar. Para sahabat mengiringi keduanya dengan alat musik lainnya. Sangat ritmis.

Bagi mereka semua itu kolaborasi kehidupan. Seluruh personel saling mengisi. Sebagai orang terkasih. Maupun sahabat. Barisan lirik dan musik mengalun indah dengan gaya jazzy.

Lewat album itu pula Yoga dan Dhara mengilustrasikan rasa terima kasih kepada orang tua mereka. Bertajuk Bintangku. Lagu ini menceritakan kasih sayang kedua orang tua mereka. Mulai menimang saat Yoga dan Dhara masih anak-anak. Hingga mendampingi mereka dalam proses kehidupan selanjutnya. Pernikahan. “Orang tua adalah sosok yang paling istimewa bagi kami berdua,” ungkap Yoga.

Panggung pentas malam itu memang terasa istimewa. Layaknya resepsi pernikahan. Tak ada jarak dengan penonton. Siapa pun bisa mendekat kepada kedua mempelai. Keduanya juga mengajak kolaborasi dengan melemparkan sepotong-sepotong lirik kepada pengunjung.

Berdua Saja digarap efektif hanya tiga bulan. Mulai proses rekaman dan mastering. Hingga menjadi kumpulan karya dalam sebuah album.

Dhara mengaku tidak semuanya merupakan karya pasca menikah. Mayoritas justru telah ada sejak keduanya berpacaran. Sebagai vokalis, Dhara memiliki tugas berat. Harus bisa menghidupkan lagu. Bukan sekadar untaian lirik dan nada.

“Penjiwaan tentu penting. Agar pesan dari lagu bisa sampai ke pendengar,” katanya. Terlebih lagu-lagu itu menceritakan kisah perjalanan mereka sendiri. Sebagai hasil pemaknaan terhadap segala rasa. Yang timbul oleh kebersamaan keduanya.

Selain Janji Merpati dan Sahabat Yang Selalu Ada, tujuh lagu melengkapi album perdana mereka. Seperti Rinduku untuk Mentari, Senja, My Pearl, Bintangku, Sore Itu, Layang-Layang, dan Waktu Berdua Saja.(yog)


Berita Terkait: