Menpora Apresiasi Bengkel Kreatif Hello Indonesia

Senin, 20 Mei 2019 – 01:31 WIB

Menpora Apresiasi Bengkel Kreatif Hello Indonesia

Menpora Imam Nahrawi menghadiri Grand Opening Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI) Nahdlatul Ulama. Foto: Kemenpora


jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Menpora Imam Nahrawi menghadiri grand opening Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI) Nahdlatul Ulama yang dilakukan Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj yang juga sebagai Pembina BKHI di Jalan Merpati Raya No 33, Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Minggu (19/5).

Menpora mengapresiasi BKHI yang didirikan Muhammad Holis Satriawan sebagai wadah kreativitas anak muda khususnya kaum santri yang tidak berhenti pada tataran gagasan, namun lebih pada karya nyata generasi produktif yang mampu bersaing di era global milenial saat ini serta mendatang.

BACA JUGA: Menpora Apresiasi KNPI Short Video Competition 2019

Karya yang terus berkembang untuk tahun ini dibuktikan dengan melaunching Program 1000 Kedai Mini Cafe Kemitraan Santri Kreatif Indonesia serta pendataan secara digital 92 juta warga NU (Big Data Closed Market Project 92M Digital Member Platform).

"Bengkel Kreatif Hello Indonesia ini merupakan ikon baru kreativitas anak muda yang membanggakan dan perlu digaungkan keseluruh anak muda penjuru tanah air. Ini bisa menjadi wadah anak-anak muda untuk lebih kreatif, responsif, dan inovatif," ucap Imam.

Banyak yang dapat disinergikan dengan Kemenpora bersama BKHI. Seperti program unggulan Kirab Pemuda yang terus menggugah semangat anak muda tanah air untuk terus menggali kreatifitas.

"Saya berharap tempat ini dapat menjadi pengemblengan para pemuda yang pasca Kirab Pemuda terus mengasah dan mengembangkan kreativitasnya. Apa-apa khazanah budaya nusantara yang ditemukan di berbagai provinsi dapat dimatangkan dan diasah di sini," tambahnya.

Kehadiran Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI) memang sangat diperlukan untuk para pemuda pada umumnya.

Menpora juga berharap dapat bermanfaat untuk para atlet. Para atlet yang merupakan kaum muda dengan skil khusus ternyata juga memiliki sisi lain yang dapat dikembangkan, terutama pasca keatletannya.

Oleh karenanya sarana sarana seperti BKHI perlu juga sebagai wahana pembelajaran sengal bekal dikemudian hari.

"Tempat ini juga perlu untuk para atlet. Setidaknya selain refresing, sekali waktu para atlet bisa menempa dan menggali lebih dalam karena mereka punya potensi lain yang dapat dikembangkan," kata Menpora.

Dicontohkan adalah Lalu Muhammad Zohri yang beberpa waktu lalu usai memastikan langkah ke Olimpiade 2020 di Tokyo berkat kesuksesan melampaui limit yang disyaratkan untuk lolos Olimpiade adalah minimal 10,05 detik. Sementara Zohri tembus 10,03 detik di Seiko Golden Grand Prix 2019. Selain hebat dilintasan lari ternyata atlet muda ini punya talenta menulis dan melukis/menggambar.

"Sebagai contoh Zohri yang membanggakan itu, juga bisa menulis (puisi) dan melukis. Tempat ini cocok untuk mengembangkan hal tersebut sebagai bekal nanti pasca keatletannya," harap Menpora. (adv/jpnn)


Berita Terkait: