Jembatan Musi IV Bakal Tembus ke Tol Palindra - Kapal Betung

Kamis, 10 Januari 2019 – 03:58 WIB

Jembatan Musi IV Bakal Tembus ke Tol Palindra - Kapal Betung

Jembatan Musi IV. Foto: sumeks.co.id


jpnn.com, PALEMBANG - Kota Palembang resmi memiliki jembatan alternatif terdekat dalam kota selain Jembatan Ampera. Pemerintah telah meresmikan Jembatan Musi IV yang menghubungkan kawasan Lawang Kidul dan 14 Ulu, Plaju, Selasa (8/1) lalu.

Artinya jika tak mau melintas Jembatan Ampera karena macet dan lain sebagainya, bisa melintas dari Jembatan Musi IV untuk ke daerah Ilir maupun Ulu.

Wali Kota Palembang, H Harnojoyo bersama sejumlah pejabat pemerintah meresmikannya langsung pada Selasa lalu. Secara fungsional Jembatan Musi IV ini akan beroperasi seperti jembatan lainnya selama 24 jam.

“Jembatan Musi IV ini tentu akan menjadi salah satu kebanggan dan solusi efektif mengurai kemacetan di Kota Palembang hingga 30 persen. Apalagi masyarakat bisa melintasinya selama 24 jam,” ujarnya usai peresmian, kemarin.

Hanya memang, ada beberapa catatan yang ditekankan oleh Wali Kota. “Setelah resmi beroperasional, bukan berarti Musi IV kita lepas begitu saja. Masih ada yang perlu dikerjakan terutama soal perluasan jalan penunjang untuk Jembatan Musi IV,” sebutnya. Dia menyebut, pihaknya masih perlu melakukan pembebasan lahan untuk jalan lanjutan.

Jadi rencananya, kata dia, jalur jembatan ini akan terus ditingkatkan menjadi jalan yang menghubungkan jalan Ahmad Yani dan Perintis Kemerdekaan. “Jika sudah tersambung maka jalan Jembatan Musi IV akan menjadi jalan lingkar yang bisa tembus ke Tol Palindra dan Kapal Betung,” sebut Harno.

Untuk masalah itu, sebutnya, pihaknya sudah melaksanakan pembebasan lahan, tinggal tahap pembayaran. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi juga sudah menganggarkan dan siap menyelesaikannya tahun ini.

Selanjutnya, kata dia, dia juga menekankan pengawasan jembatan dari isu keamanan terkait material jembatan yang rawan pencurian. “Untuk menjaga aset negara ini, kita akan melengkapi jembatan ini dengan pengamanan,” ujarnya. Ini penting, sebab informasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V, sudah ada setidaknya tiga kali tindak pencurian terhadap kabel untuk lampu jembatan.

Kepala BBPJN Wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar mengingatkan meskipun secara fisik pembangunan jembatan sudah tuntas dan bisa dilalui kendaraan umum, khusus trotoar tidak diperuntukkan bagi pejalan kaki. "Trotoar jembatan ini tidak didesain untuk pejalan kaki, tetapi untuk inspeksi jembatan. Jadi tidak dibenarkan untuk dilalui, meski pejalan kaki," tegasnya.

Soal maintenance jembatan, kata dia, selama tiga tahun ke depan perawatan jembatan akan dilakukan oleh pihak kontraktor pembangun. "Perawatan akan kembali ke kontraktor sebagai pembangun," ujarnya. Sedangkan untuk perluasan jalan penghubung Musi IV, akan diselesaikan dalam tahun ini temasuk soal pembebasan lahan. "Fisik kita yang laksanakan dengan total anggaran APBN mencapai Rp36 miliar, dan lahan Rp250 miliar di Ulu," cetusnya.

Selanjtunya, setelah peresmian ini pihaknya akan melakukan pembersihan, perapian trotoar, dan pengamanan kabel lighting karena memang sudah tiga kali diambil orang. “Wali Kota sudah menginstruksikan Kominfo untuk memasang CCTV di jembatan tersebut,” pungkasnya. (cj14/fad)


Berita Terkait: