Jangan Sampai Usai Lebaran Terbelit Utang

Selasa, 12 Juni 2018 – 00:30 WIB

Jangan Sampai Usai Lebaran Terbelit Utang

Jasa penukaran uang pecahan baru yang disediakan Bank Indonesia dan bank-bank swasta nasional di Lapangan IRTI, Monas. Foto: Issak Ramadhan/JawaPos.com


jpnn.com, TARAKAN - Menjelang Lebaran perputaran ekonomi pun meningkat, mulai dari kebutuhan bahan pangan, biaya transportasi hingga pertukaran uang.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIE Bulungan Tarakan, Dr. Ana Sriekaningsih SE.,MM mengatakan, selama Ramadan dan menjelang Lebaran tentu perputaran ekonomi ikut meningkat.

Belum lagi terdapat oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen Lebaran dengan permainan harga. Dalam hal ini instansi terkait perlu mengawasi agar suplai barang seimbang dengan peningkatan permintaan konsumen.

“Permintaan meningkat mungkin 50 persen, maka harga-harga juga melonjak. Belum lagi kalau ada permainan harga, maka harus ada pemantauan dari dinas terkait supaya harga tidak melonjak,” tuturnya kepada Radar Tarakan (Jawa Pos Group).

Perputaran ekonomi selama Ramadan dan menjelang Lebaran ini tak hanya dipengaruhi adanya kenaikan harga sembilan kebutuhan pokok (sembako). Tetapi juga meningkatnya kebutuhan barang dibandingkan hari biasa.

“Misalnya sehari-hari konsumsi daging tidak seberapa, tapi Lebaran pasti kita menambah stok yang biasanya 1 kg tapi karena hari raya maka ada penambahan jumlah yang kita butuhkan,” lanjutnya.

Tingginya pertukaran uang di kalangan masyarakat menjelang hari raya pun ikut berpengaruh. Meningkatnya pertukaran uang menandakan tingkat kebutuhan masyarakat pun meningkat.

“Karena orang perlu semua, peredaraan uang atau penukaran uang dari bank pun meningkat karena keperluan masyarakat,” jelasnya.

Selain kebutuhan bahan pangan, menjelang hari raya masyarakat pun berburu baju Lebaran. Meski saat ini sedang marak berbelanja online karena pengaruh ekonomi digital atau penggunaan teknologi. Yang terkait industri electronic commerce (e-commerce), demand of consumer, dan transaksi non tunai.

“Ekonomi digital kan sudah tren di zaman sekarang. Karena tidak harus datang ke tempat, di rumah saja bisa mengunjungi beberapa online shop,” jelasnya.

Apalagi bertepatan dengan libur sekolah, perputaran ekonomi lebih meningkat dari sisi biaya transportasi. “Makanya ada peningkatan harga transportasi, misalnya harga tiket mahal bahkan ludes apalagi anak sekolah libur,” terangnya.

Ia pun mengimbau konsumen dapat mengatur keuangan dengan bijak, untuk menghindari lilitan utang atau kehabisan anggaran.

“Jangan sampai habis Lebaran, terlilit utang karena pemaksaan. Kalau anggarannya sedikit, mungkin daging sapi bisa diganti ayam. Atau olahan ikan tapi tidak mengurangi momen Lebaran dengan mengganti menu,” imbaunya. (ega/*/one/nri)


Berita Terkait: