Ini 8 Peristiwa yang Hebohkan Dunia di 2018

Minggu, 30 Desember 2018 – 11:23 WIB

Ini 8 Peristiwa yang Hebohkan Dunia di 2018

Imigran Amerika Selatan kocar kacir menghindari gas air mata di perbatasan Meksiko - Amerika Serikat. Foto: Reuters


jpnn.com - Dalam hitungan hari, 2018 akan berakhir. Beragam peristiwa penting pun segera jadi kenangan, menjadi sejarah. Banyak di antaranya yang membuat kita mengurut dada, bahkan mungkin menangis. Seperti kontroversialnya kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap imigran dan pembantaian jurnalis Jamal Khashoggi.

Di sisi lain, berbagai hal juga memunculkan harapan di sepanjang setahun ini. Semangat damai yang menjalar dari Semenanjung Korea, berakhirnya perseteruan puluhan tahun Ethiopia dan Eritrea, hingga pernikahan Pangeran Harry dengan Meghan Markle menjadi bukti bahwa di sebuah aristokrasi yang konservatif sekalipun, penghormatan terhadap keberagaman itu nyata.

Semoga pada 2019, segala harapan itu bisa tumbuh dan berakar.

 

April

Karavan Imigran ke AS

Tempat: San Pedro Sula, Honduras-Texas, AS

Keterangan: Ribuan karavan imigran dari San Pedro Sula, Honduras, harus berhadapan dengan kebijakan zero tolerance pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Sekitar 3 ribu anak dipisahkan dari orang tua mereka. Kebijakan itu akhirnya dicabut. Pemerintah AS mengerahkan lebih dari 5 ribu tentara untuk mengantisipasi imigran yang terus mengalir dari Honduras, Guatemala, dan Meksiko. Para imigran itu tak punya pilihan. Kalau balik, mereka harus menghadapi tingginya angka kejahatan di negara asal. Bentrokan beberapa kali terjadi saat imigran berusaha memanjat tembok perbatasan. Dalam sebulan ini, sudah dua anak yang tewas saat berada di pusat detensi imigran AS.

9 Mei

Sejarah Besar di Malaysia

Tempat: Seluruh penjuru Malaysia

Keterangan: Untuk kali pertama selama 60 tahun Malaysia merdeka, Barisan Nasional (BN) akhirnya tumbang. Ditundukkan oleh Pakatan Harapan (PH) yang dipimpin Mahathir Mohamad, 93, dalam pemilu ke-14. Di PH, Mahathir bersatu dengan seteru lamanya, Anwar Ibrahim. Sesuai perjanjian, Mahathir hanya menjabat perdana menteri (PM) selama dua tahun. Setelah itu, dia menyerahkan kekuasaannya kepada Anwar. PM tertua di dunia itu membantu Anwar mendapatkan ampunan raja dan keluar dari penjara. Di sisi lain, setelah tak lagi berkuasa, mantan PM Najib Razak dijerat puluhan dakwaan skandal korupsi 1MDB.

14 Mei

Kedubes AS Pindah ke Jerusalem

Tempat: Jerusalem

Keterangan: Pada 6 Desember 2017, Presiden AS Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem bertepatan dengan peringatan 70 tahun terbentuknya negeri Yahudi itu. Peresmian dilakukan oleh penasihat kepresidenan sekaligus putri Trump, Ivanka, serta menantunya, Jared Kushner. Pemindahan itu memicu amarah penduduk Palestina. Juga, memicu demonstrasi masif di banyak negara, terutama negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Lebih dari 52 penduduk Palestina tewas dan 2.400-an orang terluka dalam aksi yang menentang pembukaan kedutaan besar AS di Jerusalem itu.

19 Mei

When Harry Met Meghan...

Tempat: Kapel St George, Windsor Castle

Keterangan: Meghan Markle warga AS, seorang commoner alias bukan keturunan bangsawan, janda, dan berasal dari ras campuran. Jelas bukan profil ideal untuk menjadi anggota Kerajaan Inggris yang aristokratis. Namun, seperti ending film When Harry Met Sally, cinta Harry dan Meghan mengalahkan segalanya. Mereka menikah dan diberi gelar Duke dan Duchess of Sussex. Meghan menjadi cucu menantu pertama Ratu Elizabeth II yang bukan warga Inggris sekaligus orang biasa. Saat ini pasangan Harry dan Meghan tengah menanti anak pertamanya yang diperkirakan lahir musim semi tahun depan.

12 Juni

Pertemuan Dua Seteru

Tempat: Capella Hotel, Sentosa, Singapura

Keterangan: Donald Trump menjadi presiden AS pertama yang bertemu dengan pemimpin Korut. Mereka menandatangani kesepakatan bersama yang meliputi jaminan keamanan untuk Korut, hubungan yang damai, denuklirisasi Semenanjung Korea, dan pengembalian jasad tentara AS dalam perang Korea. Korut telah menyerahkan sebagian jasad tentara AS, menghancurkan fasilitas nuklir di Punggye-ri, dan membebaskan tawanan AS. Rencananya, Trump dan Kim Jong-un kembali bertemu Januari atau Februari tahun depan. Melunaknya AS membuat hubungan Korut dan Korsel juga membaik secara drastis. Itu ditandai pertemuan bersejarah Kim Jong-un dengan Presiden Korsel Moon Jae-in di Panmunjom dua bulan sebelumnya. Tak ada lagi senjata di zona demiliterisasi (DMZ). Dua negara juga berencana menghubungkan jalur darat dan perkeretaapiannya. Jong-un bahkan diundang berkunjung ke Seoul.

23 Juni-10 Juli

Penyelamatan Para "Bocah Gua"

Tempat: Tham Luang, Provinsi Chiang Rai, Thailand

Keterangan: Sebanyak 12 anggota tim sepak bola Moo Pa yang berusia 7-11 tahun dan asisten pelatih Ekkaphon Chanthawong menjelajah Tham (gua) Luang. Saat mereka berada di dalam gua, hujan deras turun. Sebagian besar area dalam gua terendam air. Penyelamatan besar-besaran dilakukan dengan bantuan penyelam dari beberapa negara. Seluruh anggota tim sepak bola itu berhasil dikeluarkan dari dalam gua satu per satu pada 8-10 Juli. Usaha penyelamatan mereka melibatkan lebih dari 10 ribu orang dan sekitar 100 penyelam. Tham Luang kini menjadi jujukan wisatawan. Rencananya, upaya penyelamatan itu difilmkan. Oktober lalu 12 anak tersebut dan pelatihnya diundang International Olympic Committee (IOC) sebagai tamu kehormatan Youth Olympic Games 2018. Mereka juga mendapat sambutan hangat saat memenuhi undangan untuk datang ke Old Trafford, kandang Manchester United.

9 Juli

Akhir Konflik Panjang Perbatasan

Tempat: Asmara, Eritrea

Keterangan: Presiden Eritrea Isaias Afwerki dan PM Ethiopia Abiy Ahmed menandatangani deklarasi yang menyatakan mengakhiri konflik perbatasan dua negara, memperbaiki hubungan diplomatik, serta membuka lagi perbatasan untuk orang, barang, dan jasa. Semua hal tentang perang dua negara pada 1998-2000 dan konflik perbatasan setelah itu dianggap sudah berakhir. Pada 11 September, perlintasan perbatasan dua negara dibuka untuk kali pertama setelah 20 tahun.

2 Oktober

Pembunuhan di Konsulat Saudi

Tempat: Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki

Keterangan: Jamal Khashoggi datang ke konsulat Arab Saudi untuk mengambil surat keterangan cerai yang akan digunakan sebagai dokumen pelengkap guna menikahi tunangannya, Hatice Cengiz. Perempuan Turki itu menunggu di luar saat kolumnis Washington Post tersebut masuk gedung. Perintah Khashoggi satu, segera hubungi pejabat Turki jika dirinya tidak keluar dari gedung. Begitu masuk, jurnalis yang kerap mengkritik pemerintah Saudi itu langsung disambut 15 anggota Firqat el-Nemr alis Tiger Squad. Dalam hitungan menit, Khashoggi dibunuh. Tubuhnya dimutilasi dan dihancurkan dengan cairan asam. Pembunuhan itu membuat Saudi dimusuhi mayoritas negara di dunia. Turki terus mengungkap bukti-bukti yang mengarah pada keterlibatan Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). Beberapa negara menjatuhkan sanksi kepada pejabat Saudi dan menghentikan penjualan senjata. (*/sha/c11/ttg)


Berita Terkait: