Bujukan Hasto & Djarot kepada Para Ibu agar Aktif Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Kamis, 31 Januari 2019 – 16:46 WIB

Bujukan Hasto & Djarot kepada Para Ibu agar Aktif Menangkan Jokowi-Ma'ruf

JOKOWI LAGI: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama seorang ibu yang menjadi relawan pendukung Joko Widodo - Ma'ruf Amin dalam konsolidasi di Jakarta, Kamis (31/1). Foto: TKN Jokowi - Ma'ruf for JPNN


jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak para ibu aktif memenangkan Joko Widodo alias Jokowi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hasto yang juga sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf mengatakan, para ibu sudah sangat tahu kinerja calon presiden (capres) petahana yang berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin itu.

Ajakan Hasto itu terlontar saat konsolidasi masyarakat dan relawan Arus Bawah Jokowi di Ruma Gorga, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (31/1). Selain Hasto, ada pula Ketua DPP PDIP Djarot S Hidayat dan pesinetron Kirana Larasati yang hadir pada pertemuan itu.

Hasto saat menyampaikan kata sambutan memanfaatkannya untuk berdialog. Ada seorang ibu bernama Ira yang naik ke panggung untuk berdialog dengan politikus asal Yogyakarta itu.

Dalam dialog itu Hasto bertanya kepada Ira tentang alasan memilih Jokowi. “Silakan jelaskan,” ujar Hasto.

Ira lantas membeber tentang suaminya yang harus menjalani cuci darah secara rutin. Untuk cuci darah itulah suami Ira memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Saya benar-benar merasakan bagaimana orang bawah terbantu. Bapak-bapak sakit, keluarga sakit, siapa yang menanggung? Ini yang menanggung," kata Ira sambil menunjukkan 1 jari simbol duet Jokowi - Ma’ruf.

Pengakuan serupa juga muncul dari Ibu Sinaga yang sudah lima bulan belakangan ini bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani kemoterapi akibat kanker. Selama berobat, Bu Sinaga mengaku tak pernah mengeluarkan biaya karena memiliki KIS.

"Ternyata berobat dengan KIS tak bayar sama sekali. Terima kasih Pak Jokowi,” tuturnya. Baca juga: Konon Jokowi Unggul 5-1 saat Debat, tetapi Tak Signifikan Tarik Pemilih

Hasto menjelaskan, saat ini pemerintahan Presiden Jokowi terus memperluas jangkauan KIS. Menurutnya, sudah 93 juta rakyat yang terjangkau KIS.

Selain itu, ada program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menjangkau para pelajar. Adapun untuk rumah tangga miskin ada Program Keluarga Harapan (PKH).

Bahkan, kini ada program dana desa yang manfaatnya sangat dirasakan masyarakat di perdesaan. “Ini adalah bukti kepemimpinan yang turun ke tengah-tengah rakyat,” ujar Hasto.

Karena itu Hasto mengajak para ibu aktif memenangkan Jokowi - Ma’ruf demi masa depan Indonesia. Jika perlu, katanya, para relawan pendukung Jokowi - Ma’ruf juga berkampanya dari pintu ke pintu.

“Bila ibu-ibu memang merasakan kerja Pak Jokowi, sampaikan ke tetangga kita soal itu. Door to door, sampaikan salam Pak Jokowi," kata Hasto.

Djarot juga menyampaikan hal serupa. Mantan gubernur DKI itu juga mengajak warga berdialog soal manfaat yang diperoleh selama kepemimpinan Jokowi.

Salah seorang warga Jakarta Barat, Dewi mengaku telah memperoleh manfaat kepemimpinan Jokowi sejak mantan wali kota Surakarta itu menjadi gubernur DKI. Perantau asal Palembang itu telah menikmati Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang menjadi program andalan Jokowi saat menjadi gubernur di ibu kota.

"BPJS," kata Dewi yang langsung dikoreksi oleh Djarot menjadi KJS.

Djarot menjelaskan, Jokowi meneryskan kesuksesan KJS di DKI menjadi KIS di tingkat nasional. Demikian pula dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP) di DKI yang oleh Jokowi dibawa ke tingkat nasional menjadi KIP.

Karena itu Djarot mengajak warga yang pada Pilpres 2014 telah memilih Jokowi tetap mencoblos capres bernomor urut 01 itu pada 17 April 2019.”Jadi 2019 tetap pilih Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin ya," tutur Djarot.(tan/jpnn)


Berita Terkait: