Berbahagialah Sejak Belia, Kita Indonesia!

Minggu, 07 April 2019 – 19:09 WIB

Berbahagialah Sejak Belia, Kita Indonesia!

Penampilan anak didik Semut-Semut Natural School Cimanggis, Depok di Gedung Pewayangan Kautaman, TMII, Jakarta Timur, Minggu (7/4). Foto: Ayatollah A/JPNN


jpnn.com, JAKARTA - Ratusan anak-anak sekolah dasar menebar pesan tentang keindahan dan kebinekaan Indonesia. Melalui performing art bertitel Merah Putih di Nusantara di Gedung Pewayangan Kautaman, TMII, Minggu (7/4), siswa dan siswi Semut-Semut The Natural School, Cimanggis, Depok mengajak semua yang hadir bangga dan bahagia menjadi orang Indonesia.

Performing art diawali dengan backdrop bergambar wajah seniman asal Aceh Agus Nur Amal yang lebih kondang dengan panggilan Agus PM Toh. Sepasang siswa dan siswi anak didik Semut-Semut Natural School lantas menuturkan narasi seperti halnya Agus ketika berhikayat dengan cengkoknya yang khas Aceh.

Ceritanya adalah petualangan dua bocah bernama Nusa dan Tara berkeliling Nusantara. Dari Aceh, Nusa dan Tara turun merambah Sumatera Utara dan bertemu dengan Tari Rambadia.

Ada 14 siswi -semuanya berjilbab- menarikan tarian khas Tapanuli itu. Dari Sumut, Nusa dan Tara melanjutkan pengembaraannya untuk mencari Sungai Musi.

Di tengah perjalanan, keduanya bertemu para penari Lancang Kuning. Pengembaraan berlanjut ke wilayah Sumatera Barat dan bertemu dengan tari Rantak Minang serta beragam dolanan bocah dan silat.

Hingga akhirnya Nusa dan Tara terus turun sampai ke Sumatera Selatan untuk melihat Sungai Musi. Keduanya memperoleh cerita tentang asal-usul nama sungai yang membelah Kota Palembang itu.

Nusa dan Tara terus berkelana. Petualangannya berlanjut hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada Tari Ofulangga yang menyambut mereka.


Para siswa dan siswi Semut-Semut Natural School memainkan angklung.

Pengembaraan Nusa dan Tara berlanjut ke Papua. Di provinsi paling timur itulah keduanya mengenal Apuse dan Sajojo.

Namun, menginjak Papua dan mengenal Sajojo ataupun Apuse bukanlah tujuan akhir Nusa dan Tara. Sebab, misinya adalah mengibarkan Merah Putih di Puncak Jaya.

Bantuan dari bocah Papua mengantar Nusa dan Tara mencapai Puncak Jaya. Berkibarlah Merah Putih di puncak gunung tertinggi di Asia Tenggara itu.

Dengan tingkah lucu, para bocah belia itu menebar pesan bahwa perbedaan suku, budaya dan agama bukanlah halangan untuk bisa hidup dan mencapai tujuan bersama. Hidup tak harus sulit hanya karena beda warna kulit.

“Aku adalah Indonesia. Kita Indonesia!” ujar Nusa, Tara dan teman-temannya.

Direktur Semut-Semut Natural School Arfi Destianti mengatakan, performing art adalah ekspresi pembelajaran. “Performa adalah karya,” ujarnya.


Direktur Semut-Semut Natural School Arfi Destianti. Foto: dokumen JPNN

Di dalam performing art itu juga ada pesan tentang lingkungan. Salah satu adegan menarasikan pentingnya menjaga lingkungan demi keselamatan manusia.

Arfi menuturkan, performing art tersebut  merupakan hasil persiapan selama beberapa bulan. Menurutnya, tak semua penampil mampu berperan sesuai rencana.

Namun, hal itu bukanlah cela. “Memang ada yang salah, tetapi bisa belajar kehidupan,” ujarnya.(ara/jpnn)


Berita Terkait: