Bahan Pangan Pokok Bulog di Markas TNI- Polri Dijamin Aman

Kamis, 07 Juni 2018 – 13:50 WIB

Bahan Pangan Pokok Bulog di Markas TNI- Polri Dijamin Aman

Budi Waseso. Foto: dokumen JPNN.Com


jpnn.com, JAKARTA - Dirut Bulog Budi Waseso terus membikin terobosan baru. Pria yang akrab disapa Buwas itu melepas 17 truk yang mengangkut bahan pokok untuk didistribusikan ke beberapa titik di sekitar Jabodetabek.

Truk-truk tersebut berisi beras, gula, tepung terigu, minyak goreng, daging kerbau, dan daging ayam.

Masing-masing akan di antar ke markas polda, polres, kodim, dan korem di 17 titik. Yakni, 10 titik di markas kepolisian dan 7 titik lainnya di markas TNI.

Buwas menyebutkan, langkah itu merupakan upaya stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan.

Bahan pangan yang diangkut dalam truk-truk tersebut dijual dengan harga lebih murah.

Contohnya, beras medium dijual Rp 8.950 per kilogram, sedangkan harga di pasaran Rp 9.000 hingga Rp 9.500 per kilogram.

Dia menyatakan, masyarakat sudah bisa langsung datang ke markas-markas polda, polres, kodim, dan korem terdekat untuk membeli sembako murah.

''Tapi, kalau mau tetap ke pasar, ya tidak masalah,'' katanya.

Markas-markas TNI-Polri tersebut akan terus disuplai secara kontinu oleh Bulog. Tidak hanya ketika Ramadan atau Lebaran.

Jika ada permintaan dan masyarakat membutuhkan, Bulog segera mengucurkan.

''Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Tidak hanya Jabodetabek. Tapi, fokusnya di Jawa karena perayaan Lebaran lebih banyak di Jawa,'' jelasnya.

Mengapa markas TNI-Polri? ''Ya karena kalau kantor-kantor lain kan tutup. Kalau TNI-Polri, tidak pernah tutup,'' tegasnya.

Meski murah, Buwas menjamin sembako yang dimuat dalam truk-truk tersebut berkualitas bagus.

Daging kerbau impor yang didistribusikan sudah melalui persyaratan yang ketat dan jaminan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

''MUI sendiri sudah melihat tempat pemotongan dan pembuatan kemasan daging ini,'' ungkapnya.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti membantah adanya gejolak dan kenaikan harga. Sejak Maret lalu, pihaknya melakukan pemantauan. (tau/c5/oki/jpnn)


Berita Terkait: