Keceriaan Anak-anak Dolly Ngabuburit Bareng Risma

Senin, 19 Juni 2017 – 04:36 WIB

Keceriaan Anak-anak Dolly Ngabuburit Bareng Risma

CERIA: Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat melakukan jalan sehat bersama 1.200 anak berkebutuhan khusus dalam acara World for Autism di Balai Kota, Minggu (2/4). Salah satu peserta mengikuti jalan sehat dengan menggunakan kursi roda. Ilustrasi : Bagus P/Radar Surabaya


jpnn.com, SURABAYA - Ngabuburit adalah momen spesial. Namun, apa jadinya jika ngabuburit ditemani oleh seorang wali kota. Pastinya heboh. Pemdangan itu seperti yang terlihat di Jalan Putat Jaya, Dolly.

======================================
Bagus Putra Pamungkas - Radar Surabaya
======================================

Suasana Jumat (16/6) sore tampak cerah. Tak terkecuali di kawasan eks lokalisasi Dolly. Kala itu, banyak warga yang sibuk.

Mereka menunggu waktu azan Maghrib tiba. Namun, tak berselang lama sebuah mobil hitam melintas.

Dari situ, keluarlah wanita berhijab. Ia adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Tak pelak, kehadiran wanita kelahiran Kediri ini menjadi pusat perhatian.

”Ayo ngabuburit bareng,” ucap Risma, sapaan wali kota Surabaya, kepada warga yang tampak antusias.

Ngabuburit bersama membuat sang Wali Kota akrab dengan warganya. Hal itu memang menjadi tujuan utama Risma datang ke kawasan tersebut.

Yakni, ingin semakin dekat dengan warga Dolly. Selama ngabuburit, Risma menyampaikan beberapa pesan. Salah satunya adalah agar warga terus membenahi diri di bulan suci.

”Maju terus pantang mundur. Kita harus terus membenahi diri menjadi umat yang lebih baik. Ketika mendapat cobaan, ingat Allah tidak pernah meninggalkan kita,” kata Risma.

Risma juga menilai kehidupan warga Dolly sudah berubah. Yakni, menjadi lebih bersih dan sehat.

Sehingga suasana tersebut ramah yang membuat ceria bagi anak-anak. Dengan begitu, diharapkan lahir potensi muda yang dapat menorehkan prestasi akademis maupun non akademis bagi Indonesia, khususnya Surabaya.

”Karena itu, kami akan ajak mereka di sektor pendidikan formal, kami menyadarkan dan mengajak anak-anak untuk berbenah agar mau kembali ke sekolah, bahkan kuliah. Ditambah lagi kampung Dolly telah dijadikan sebagai kampung literasi baca dan wisata,” lanjut Risma.

Nah, karena sudah jadi kampung wisata, Risma ingin warga terus mempercantik kampung.

”Warga sekarang sudah sangat mengerti dan paham bahwa kini kampungnya menjadi tempat wisata dan bisa dijual. Oleh karenanya, warga secara terus menerus mempercantik setiap sudut kampungnya,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Risma juga membagikan hadiah kepada 30 peserta lomba cerpen dengan tema: ”cerpen goes to kampung. Risma pun membagikan hadiah kepada tiga pemenang lomba cerpen terbaik.

”Ya aku harap ke depan makin banyak generasi berprestasi yang lahir dari Dolly,” pungkasnya. (*/hen)