Coba Naik Angkutan Umum di Jakarta, Gimana Pak Menhub?

Senin, 26 Juni 2017 – 17:19 WIB

Coba Naik Angkutan Umum di Jakarta, Gimana Pak Menhub?

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di commuter line. Foto: Andrian Gilang/JPNN


jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek penggunaan Moovit, yakni aplikasi yang bermanfaat bagi warga untuk mengecek perjalanan angkutan umum pada Senin (26/6).

Budi menjajal Moovit dari Stasiun Palmerah hingga Jalan Medan Merdeka Barat.

Awalnya, Budi menumpang kereta api dari Stasiun Palmerah menuju Kebayoran.

Dari sana, dia melanjutkan perjalanan menumpang Metromini AC jurusan Rempoa-Blok M.

Terakhir, Budi memakai moda transportasi berupa Transjakarta dari Blok M menuju Monumen Nasional. ‎

"Kami sudah membuktikan dengan Moovit bisa merencanakan perjalanan dengan berapa moda transportasi. Perjalanan tadi satu jam 20 menit," kata Budi di Halte Monumen Nasional, Jakarta.

Menurut Budi, jenis angkutan transportasi di Jakarta sudah cukup lengkap.

Bahkan, transportasi satu dan yang lain sudah terhubung dengan baik.

Karena itu, dia menyatakan, tinggal warga menentukan moda transportasi yang pas untuk mereka gunakan.

‎"Menuju titik tertentu dari titik tertentu sudah dihubungkan dengan baik," tutur Budi.

Dia mengapresiasi, penerapan Moovit untuk transportasi di Jakarta.

Bahkan, Budi sempat menawarkan kepada warga untuk menggunakan Moovit.

Hal itu disampaikan ketika dia naik kereta dari Stasiun Palmerah.

"Mari kita gunakan Moovit sebagai satu sarana yang bisa membantu kita bertransportasi di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia," ujar Budi.

Budi menjelaskan, penerapan Moovit tidak terkait dengan transaksi ketika menggunakan satu moda transportasi.

Namun, ‎dia menyatakan, Kementerian Perhubungan sedang memikirkan satu kartu yang bisa berguna untuk transaksi beberapa jenis moda transportasi.

"Pembayaran masih tetap berjalan di setiap moda," ucap Budi.

Dia menyatakan, aplikasi Moovit dibuat tanpa menggunakan dana dari pemerintah.

"Satu sen pun pemerintah tidak keluarkan uang," tegas Budi.

‎Sementara, Direktur Moovit Indonesia Teguh Trianung menyatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan rute trayek angkutan umum di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, sejak dua tahun lalu.

Pada pengecekan awal, Teguh menjelaskan, ada 700 rute trayek.

Saat ini, dia mengatakan, ada 612 rute trayek yang tersedia di Moovit.

Teguh mengatakan, pengguna Moovit bisa melaporkan ke ‎operator mengenai moda transportasi yang dia gunakan.

"Misalnya AC bus panas atau tidak berhenti di titik tertentu," ucapnya. (gil/jpnn)